My Engagement : Hampers & Souvenirs

Pertunangan termasuk salah satu momen penting dalam hidup, makanya saya tuh pengen acara yang se-perfect mungkin. Hahaha ya emang anaknya cerewet sih ya 🀣 Saya juga pengen ada sentuhan personal karena kan ini acara tunangan saya. Nah yang bisa dicustom sesuai selera ya salah satunya hampers. Apaan tuh hampers, taunya sih pampers πŸ˜πŸ˜‘ Hampers itu nama lainnya bingkisan, lebih dikenal dengan istilah parcel. Hampers diberikan saat momen spesial misalnya saat birthday, engagement, wedding, akikah, dll. Kenapa harus cari hampers sih? Ya karena ini ada hubungannya dengan seserahan yang ada di dalam acara pertunangan kami. Nantinya seserahan itu ada yang dibagikan ke keluarga dan tamu undangan. Kami ingin sesuatu yang berkesan di hari pertunangan kami πŸ€—

Biasanya seserahan itu meliputi segala sesuatu yang dipakai dari ujung rambut sampai ujung kaki oleh mempelai wanita yang diberikan mempelai pria. Intinya tuh sebagai simbol suami bakalan mencukupkan semua kebutuhan istri. FYI, di keluarga Sigit yang Jogja asli nih, seserahan biasanya diberikan saat Malam Midodareni. Makanya untuk acara pertunangan kami ini, seserahannya hanya berupa makanan. Intinya sih lebih ke temu keluarga besar dan mengikat pasangan dengan tukar cincin πŸ’

Perburuan vendor hampers dan dekorasi seserahan pun dimulai. Buanyaaaakkk banget ternyata pilihannya. Saya nih makasih banget sama platform pernikahan Indonesia yang banyak banget kasih pilihan. Ada Bridestory, Weddingku, dan masih banyak lainnya lagi kalau di Googling. Belum lagi kalau carinya di Instagram, duh makin banyak pilihannya 😍 Tapi ya gitu seringnya cocok sesuai keinginan eh harganya mahal atau harganya sih oke tapi kok lihat hasilnya biasa banget bahkan di bawah standard sih. Menjelang emak emak makin rempong sis! 🀣

Someday lagi browse Bridestory dan iseng-iseng aja tanya pricelist ke The Great Art Factory (TGAF). Sebenernya saya tuh gak yakin kalau ini vendor hampers soalnya TGAF banyakan ngerjain handcraft, scrapbook dan hasta karya lain. Tapi dari sekian vendor pokoknya TGAF ini yang paling “masuk” sama kami. Kami simpan dulu dalam moodboard daftar vendor favorit. Karena awalnya tuh kami mau nyiapin semuanya sendiri. Harap maklum sama si perfeksionis πŸ˜“ Segala seserahan, hampers, dekorasi dll mau dikerjain sendiri. Hingga pada suatu hari.. Shinstya stress seperti hilang kendali πŸ˜– dan Sigit juga stress karena dimarahin Shinstya terus-terusan, maka diputuskanlah memakai jasa vendor saja. Sigit keingetan TGAF dan langsung hubungin Ce Devina.

Bagus kan? Foto ini yang bikin saya kepincut, simple tapi bagus banget 😍 First impression langsung suka sama TGAF. Ce Devina cooperative banget dan paham sama keinginan saya. Malah mereka juga yang cari isian seserahan loh πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Terus paling suka sama design hampersnya. Saya cuma kirim foto-foto hampers yang jadi inspirasi dan boleh revisi beberapa kali sih, tapi kayaknya cuma 2x aja cukup wong hasilnya juga udah oke kok πŸ‘πŸ»

TGAF yang mendesainkan hampers saya, jadinya seperti ini.. Continue reading “My Engagement : Hampers & Souvenirs”

Advertisements

Pengalaman Berobat di Erha #1

Setelah kunjungan pertama ke Erha di bulan Agustus 2016, kondisi kulit wajah saya semakin membaik 😊 Hanya dalam waktu 2 minggu saja, jerawat saya kering dan tidak meradang seperti sebelumnya. Ini juga karena dibantu obat minum yang diresepkan dr. Rahimah. Obat ini membantu mengeringkan jerawat from the inside. Saya benar-benar mengikuti semua saran dr. Rahimah, mulai dari disiplin skincare sampai menjaga pola makan dan gaya hidup. And it works! πŸ‘ŒπŸ»

So, here’s my step by step routine skincare from Erha.

Morning Routine
1. Cuci muka dengan Erha 2 secara rutin : pagi dan siang.
2. Oles rata krim pagi 1 : AMG 3
3. Dilanjutkan krim pagi 2 : AF1
Krim pagi ini creamy banget cenderung lengket, saya biasanya memberi jeda 5 menit atau sampai kering baru oles rata krim selanjutnya.
4. Sebenarnya sih dr. Rahimah tidak menyarankan penggunaan bedak apalagi BB Cream dan kosmetik lainnya. Tapi masa iya kerja polosan banget πŸ˜₯ saya tetap pakai bedak tabur tipis-tipis sih.
5. Istirahat siang, saya ulang morning step tadi : Erha 2 – AMG 3 – AF1.

Continue reading “Pengalaman Berobat di Erha #1”

Pengalaman Pertama Berobat ke Erha Derma Center Surabaya

Siapa sih orang yang enggak pernah jerawatan? Berapa banyak orang yang sama sekali enggak pernah jerawatan? Kayaknya hampir semua orang hidup tuh pernah jerawatan. Saya semenjak kuliah udah struggling banget soal perjerawatan ini. Datang hilang silih berganti. Saya juga udah coba macam-macam skincare, konsultasi ke dokter kulit, bahkan sampai di tusuk jarum loh. Mostly jawabannya karena faktor hormon dan siklus haid yang belum lancar.

Someday, saya merasa semua orang di kantor tidak lagi memperhatikan pekerjaan saya, tapi mereka lebih memperhatikan pipi saya. Itu bikin saya stres. Every single people ask, β€œJerawatmu loh Shin ya ampun kok gitu sih, kamu pakein apa?” And lot of mean questions more.. 😒 Apalagi ini sudah menjelang hari pertunangan, masa iya wajah penuh jerawat. Lalu 2 teman kantor cerita bahwa mereka ke Erha dan cocok. Sebelumnya mereka juga ke Erha tapi enggak cocok. Terus kalau gak cocok kenapa kok masih ke Erha. β€œBukan Erha-nya yang gak cocok tapi diagnosa dokternya. Setelah aku ke dokter baru ini, jerawatku hilang. Padahal aku udah pake krimnya 1 tahun lebih dan ini dokter ke-3 baru cocok.” Hmm.. kalau saya sih sekali nyoba gak cocok ya pasti langsung bye, gak kepikiran untuk nyoba dokter lain. Buat saya tuh kalau 2 orang udah kesaksian dan lihat sendiri bagaimana jerawat mereka yang lebih parah dari saya berkurang, wah ya saya langsung percaya. Saya anaknya gampang percayaan πŸ˜πŸ˜‚ Pulang kerja langsung nekat ke Erha Clinic yang paling dekat kantor ya di Kombes M. Duryat. Kebetulan hari itu dokternya ada.

Agustus 2016, pertama kalinya saya ke Erha Derma Center Surabaya, wow ini klinik kecantikan mevvah banget! πŸ˜²πŸ˜† Kita langsung ke bagian informasi di lobby Erha. Untuk yang baru pertama perawatan ke Erha akan ditawari kartu member Erha. Lalu staff meminta KTP kita untuk administrasi member. Sembari mereka input data, kita diberi kuesioner tentang kondisi kita sekarang dan keluhan yang dialami, semua data harus diisi lengkap. Setelah selesai isi kuesioner, kita ditanya keluhannya apa dan saat itu saya langsung minta konsultasi dengan dr. Rahimah, SpKK. Kita diberi nomer antrian dan naik ke ruang tunggu konsultasi di lantai 2. Kalau naik tangga, bisa ketemu mini cafΓ© yang jual roti enak-enak loh 😁😁 Karena emang banyak suami, pacar, tunangan, selingkuhan yang nungguin pasangannya perawatan lama banget sampai jamuran πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Tanpa cafΓ© ini mereka pasti stress. Continue reading “Pengalaman Pertama Berobat ke Erha Derma Center Surabaya”