Pengalaman Pertama Berobat ke Erha Derma Center Surabaya

Siapa sih orang yang enggak pernah jerawatan? Berapa banyak orang yang sama sekali enggak pernah jerawatan? Kayaknya hampir semua orang hidup tuh pernah jerawatan. Saya semenjak kuliah udah struggling banget soal perjerawatan ini. Datang hilang silih berganti. Saya juga udah coba macam-macam skincare, konsultasi ke dokter kulit, bahkan sampai di tusuk jarum loh. Mostly jawabannya karena faktor hormon dan siklus haid yang belum lancar.

Someday, saya merasa semua orang di kantor tidak lagi memperhatikan pekerjaan saya, tapi mereka lebih memperhatikan pipi saya. Itu bikin saya stres. Every single people ask, โ€œJerawatmu loh Shin ya ampun kok gitu sih, kamu pakein apa?โ€ And lot of mean questions more.. ๐Ÿ˜ข Apalagi ini sudah menjelang hari pertunangan, masa iya wajah penuh jerawat. Lalu 2 teman kantor cerita bahwa mereka ke Erha dan cocok. Sebelumnya mereka juga ke Erha tapi enggak cocok. Terus kalau gak cocok kenapa kok masih ke Erha. โ€œBukan Erha-nya yang gak cocok tapi diagnosa dokternya. Setelah aku ke dokter baru ini, jerawatku hilang. Padahal aku udah pake krimnya 1 tahun lebih dan ini dokter ke-3 baru cocok.โ€ Hmm.. kalau saya sih sekali nyoba gak cocok ya pasti langsung bye, gak kepikiran untuk nyoba dokter lain. Buat saya tuh kalau 2 orang udah kesaksian dan lihat sendiri bagaimana jerawat mereka yang lebih parah dari saya berkurang, wah ya saya langsung percaya. Saya anaknya gampang percayaan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚ Pulang kerja langsung nekat ke Erha Clinic yang paling dekat kantor ya di Kombes M. Duryat. Kebetulan hari itu dokternya ada.

Agustus 2016, pertama kalinya saya ke Erha Derma Center Surabaya, wow ini klinik kecantikan mevvah banget! ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜† Kita langsung ke bagian informasi di lobby Erha. Untuk yang baru pertama perawatan ke Erha akan ditawari kartu member Erha. Lalu staff meminta KTP kita untuk administrasi member. Sembari mereka input data, kita diberi kuesioner tentang kondisi kita sekarang dan keluhan yang dialami, semua data harus diisi lengkap. Setelah selesai isi kuesioner, kita ditanya keluhannya apa dan saat itu saya langsung minta konsultasi dengan dr. Rahimah, SpKK. Kita diberi nomer antrian dan naik ke ruang tunggu konsultasi di lantai 2. Kalau naik tangga, bisa ketemu mini cafรฉ yang jual roti enak-enak loh ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Karena emang banyak suami, pacar, tunangan, selingkuhan yang nungguin pasangannya perawatan lama banget sampai jamuran ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Tanpa cafรฉ ini mereka pasti stress. Continue reading “Pengalaman Pertama Berobat ke Erha Derma Center Surabaya”

Advertisements

My Engagement : Dress & Attire

Setelah mengalami perjuangan pencarian kain yang berakhir tragis karena kain yang dibeli diambil Mama, akhirnya saya putusin beli dress jadi aja. Mana waktunya hanya kurang 1 bulan lagi. Tujuan pertama pastilah ke Pasar Atoom. Di sana semua baju ada, mulai dari daster tidur sampai gaun paling mewah untuk ke pesta juga ada. Tinggal pilih model dan harganya aja.

Saya, Mama dan Sigit pagi-pagi ke Pasar Atoom. Memang sebaiknya datang pagi, pas bukanya Atoom sekitar jam 10an supaya waktu memilihnya bisa lebih panjang. Saya sih rekomen belanja di Atoom baru aja, Atoom Mall. Selain dingin karena full AC, pilihan dress lebih bagus-bagus di sana. Unfortunately, hasilnya nihil. Tidak ada satupun gaun yang cocok untuk saya. Kalau enggak kekecilan ya enggak cocok aja gitu di badan saya. Oiya kebanyakan toko di sana bisa permak ukuran. Misal baju yang kamu suka tuh kegedean atau kesempitan, bisa mereka permak pas dengan ukuranmu, tanpa tambahan biaya loh. Pengerjaan sekitar 1-2 minggu. Good deal kann! ๐Ÿ˜Ž

Mulai stress karena enggak dapat apa-apa di Atoom. Lalu hunting berlanjut ke Sogo, Matahari, Centro dan toko-toko lain di Mall pun belum dapat yang cocok. Coba tanya-tanya di toko online, kebanyakan size saya tuh enggak ready. Kalau ikutan PO sekitar 2 minggu paling cepat. Mau beli kain lagi udah gak sempat, dan itu butuh waktu untuk jahitnya. Makin khawatir karena mendekati hari H. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Hingga akhirnya pas lagi hunting dress sama Mita di Galaxy Mall, nyoba masuk ke salah satu butik. Never go there before. Julie Boutique.

Continue reading “My Engagement : Dress & Attire”

My Engagement : Hunting Kain di JMP Surabaya

โ€œAlways dress like its the best day of your life.โ€

Definitely yes, this gonna be one of my best day, karena ini hari pertunangan kami. We will dress properly. Masalahnya tuh kami berdua orangnya cukup picky and lil bit perfectionist. Kenapa lil bit, karena sebenarnya kami tuh masih bisa toleran terhadap hal-hal yang gak berjalan mulus sesuai rencana. Dari soal baju aja udah ribet banget sih ya, antara pengen kebaya dengan batik, atau gaun dengan jas. Sebenernya yang bikin ribet sih selalu saya ya hahaa.. Sigit sih tinggal ngikut aja, kalau saya kebaya ya dia pakai batik formal, kalau saya pakai gaun ya dia tinggal pakai jas.

Dari situ saya udah punya moodboard dengan segala inspirasi pertunangan dari A-Z mulai dari persiapan ujung rambut sampai ujung kaki. Because Iโ€™m too perfeksionis kali ya. Saya tunjukin lah ke dia apa-apa yang saya mau. Dari segala macam baju yang saya pengen kayaknya emang bagusnya jahit sendiri ya, karena enggak tahu juga kalau beli mesti kemana dimana. So, we decided go to JMP.

Jembatan Merah Plaza (JMP) ini salah satu surganya kain di Surabaya. Almost orang Surabaya dan sekitarnya kalau cari kain ya ke sini. Mulai dari kain harga Rp.10.000 per meter sampai yang jutaan per meternya ada di sini. So, ya awalnya saya ingin kebaya tapi saya enggak tahu harus jahit kebaya dimana, karena belum ada pengalaman jahit kebaya sama sekali. Waktu wisuda dulu, kebaya sewa. Dan berdasarkan pengalaman teman-teman, mereka warning jahit di JMP. Jadi sebenarnya untuk orang yang gak mau ribet atau gak punya banyak waktu, setiap toko kain di JMP ini selalu menawarkan jasa menjahit. Jadi setelah kita beli kain, mereka pasti offer jahitin di tempat mereka. And the problems are: jahitannya mahal dan gak bagus. Belum pernah nih saya dengar ada penjahit JMP yang memuaskan hasil jahitannya atau harganya sesuai dengan hasil bajunya. Berdasarkan pengalaman itu, tentunya saya enggak mau spend money untuk hal yang pasti saya sesali nantinya. Terakhir teman saya ada yang cerita, dia spend hampir 800ribu untuk kebaya saja tanpa payet, lalu dengan payet bisa 1.5juta dan hasilnya mengecewakan. Itu hanya jasa menjahit saja belum harga kain dan bahan lainnya.

Hereโ€™s some of dress & attireโ€™s look that we want in our E-day..

Continue reading “My Engagement : Hunting Kain di JMP Surabaya”