My Engagement : Lamaran atau Tunangan?

Hari gini banyak orang yang masih bingung bedanya lamaran dan tunangan. Iya, banyak. Pas baru mulai persiapin acara, saya sendiri dapet banyak banget pertanyaan, “Eh kamu ini udah mau tunangan apa cuma lamaran sih?” Loh emang beda? Loh kirain sama. Hahaha kayaknya saya aja yang gak paham sama arti lamaran dan tunangan. Akhirnya pas persiapan juga jadi bertanya-tanya sebenernya kita mau ngapain sih. Dan bakal dijawab SGT, “Kita mau menyatukan cinta kita berdua.” 😩😩😩

Dengan bantuan beberapa pakar bahasa yang dikenalin sama Mbah Google dapat deh bedanya Lamaran dan Tunangan.

1. Lamaran

Lamaran adalah sebuah prosesi awal dimana sang pria melamar wanita. “Will you marry me? Atau “Bersediakah kau menikah denganku?” Apabila sang wanita menerima lamaran tersebut, maka akan dilanjutkan kedua keluarga masing-masing pihak diperkenalkan. Itu adalah cara romantis. Namun ada juga yang langsung memiliki kesepakatan bersama tanpa pertanyaan seperti itu.

Biasanya, pihak pria akan datang ke rumah pihak wanita atau kedua belah pihak melakukan perjanjian bertemu di sebuah restoran untuk perkenalan antar keluarga. Pembicaraan dalam proses ini adalah permintaan ijin untuk meminang sang wanita. Kemudian penentuan untuk kapan diadakan pertunangan dan pernikahan.

2. Pertunangan

Pengertian tunangan adalah calon pasangan suami isteri yang telah dibawa rembugan, ke tingkat orang tua kedua belah pihak. Dalam hal ini pihak perempuan sudah dilamar secara resmi, sudah rembug tuwo, tidak hanya antara anak dengan anak saja. Berbicara tentang pertunangan, setiap suku, agama dan bangsa memiliki masing-masing cara yang memang sudah turun temurun dilakukan.

Dalam adat Jawa, setelah pihak perempuan dilamar oleh pihak lelaki maka sudah masuk fase tunangan. Meskipun belum nikah, wanita ini sudah dipingit sudah disengker, jadi tidak diperbolehkan dilamar oleh orang lain. (Pengertian tunangan dalam bahasa Jawa oleh Sudarto dalam buku Makna Filosofi Bobot, Bibit, Bebet Sebagai Kriteria Untuk Menentukan Jodoh Perkawinan Menurut Adat Jawa : 2010)

Dalam budaya Tionghoa biasa disebut sebagai sangjit yaitu proses seserahan atau proses kelanjutan dari lamaran. Dari pihak keluarga pria akan membawa hadiah kepada pihak keluarga wanita. Seperti makanan, baju, kue, uang susu, emas, dan lain-lain. Barang yang diserahkan biasanya melambangkan kelanggengan, kesuburan dan juga kebahagiaan untuk pasangan. Yang unik dari barang lamaran pada adat ini ialah banyaknya nominal 9 (jiǔ) = kekal / selamanya atau 8 () = kemakmuran / keberuntungan. Waktu pertunangan pun biasa dilakukan pada siang hari. Bahkan ada orang-orang yang kental budaya Chinese akan meminta petunjuk dari ahli ramal untuk diminta petunjuk jam berapa, tanggal berapa, hari apa pertunangan dilangsungkan. Hal ini dilakukan agar pertunangan dapat berjalan lancar dan tidak ada hambatan saat menjelang pernikahan.

Pernikahan biasanya diawali dengan proses lamaran dan pertunangan untuk meminta izin kepada pihak keluarga perempuan dan mengikat laki-laki / perempuan tersebut sebagai calon suami / istri. Biasanya pada prosesi ini juga dibicarakan mengenai tanggal pernikahan dan persiapan-persiapan menjelang pernikahan.

3. Engagement

Engagement is a formal agreement that these two people are serious about pursuing the lifelong commitment of marriage and that, though they are not yet fully committed to marrying one another, they are escalating their intimacy to ensure that they can be suitable for one another.

Kalau di luar negeri tuh begitu, cuma 1 aja ya namanya Engagement. Sama konsepnya dengan Tunangan. Mungkin karena mereka budayanya enggak sebanyak, seruntut dan senjelimet kita kali ya. Tapi saya suka banget loh sama kebudayaan kita yang beraneka ragam ini. Contoh gampang nih ya budaya Jawa, urutan acaranya tuh lamaran-tembungan-tunangan-peningset-siraman-midodareni-pernikahan. Emang kelihatannya panjang banget prosesinya tapi di tiap prosesi itu ada maknanya dan saat kita tahu makna di balik semua prosesi itu.. beughh dalem banget! 😍❤

Nah itu semua hasil rangkuman dari beberapa source di website, kalau butuh inspirasi dan mau baca detail bisa klik di sini :

Dari hasil pertimbangan kami dan keluarga akhirnya kami memutuskan untuk langsung tunangan saja. Orang tua kan sudah merestui jadi momen perkenalannya langsung aja saat tunangan. Lebih hemat waktu dan biaya juga, karena keluarganya SGT kan dari Jogja, ada juga yang di Bali, kalau semua tinggal 1 kota sih ya mungkin-mungkin aja dipisah acara lamaran dulu baru tunangan. Yang penting kan tujuannya akhirnya sama, menuju ke jenjang pernikahan.

Setelah itu biasanya pokok pembahasan masuk ke konsep tunangan mau adat apa dan gimana nih. Kalau dari keluarga kami pilihannya mau adat Jogja-an atau Surabaya-an. Dan akhirnya kami memilih konsep Chinese engagement (Tingjing/Sangjit) untuk menghormati Almarhum papa saya. Mau konsep apapun nih bukan masalah, asalkan semua pihak keluarga setuju yaaa kaaaannnn… 😁

Ada yang mau share cerita tentang Lamaran dan Tunangannya? Lamaran dulu baru Tunangan atau hajarr langsunggg kayak saya nih? Lemme know in comments yaa 😊❤

Advertisements

My Engagement : Venue

Huft. Ternyata persiapan acara Engagement ini rempong juga ya hahaa.. Gpp deh yang penting hati happy. Semua harus disyukuri apalagi kalau ingat jalan berliku yang sudah kami lalui selama kurang lebih 3 tahun ini. Rencana Engagement akan diadakan di bulan Mei. Di bulan Mei tuh Mama dan ibunya SGT ulang tahun. Jadi pengen sekalian dirayain bersama-sama saat acara tunangan itu. Kami memutuskan untuk bertunangan di tanggal 8 Mei 2016 karena tanggal 8 itu tanggal jadian kami hehehe.. 😁😁

Nah soal lokasi ini agak dilematik. Pengennya sih diadain di rumah supaya saya bisa menyambut keluarga dari pihak SGT, supaya bisa lebih dekat juga. Nah tapi selain karena luas rumah yang ngepas banget kalau menyambut keluarga SGT, Mama ini kalau kecapean dikit langsung sakit hikss.. Walaupun mungkin nanti dia gak turun tangan langsung karena ada orang yang bantuin beres-beres, tapi itu kayaknya gak mungkin Mama diem aja, apalagi sebagai tuan rumah kan ya. So, kami memutuskan untuk mencari lokasi untuk acara tunangan kami.

Pilihan pertama tuh langsung ke Rock ‘N Sugar Luminor Hotel. Selain karena dekat rumah, hal lain yang bikin saya langsung jatuh hati tuh interior restonya. Rustic banget! Meja & kursi kayu, lampu yang warm, kayak gini gak perlu didekor banyak-banyak juga udah bagus.

IMG-20160310-WA0014

Continue reading “My Engagement : Venue”

Engagement The Series

17-05-14-17-39-17-562_deco

Halo! 👋

Setelah postingan kemarin bikin baper temen-temen yang masih menunggu jawaban dari Tuhan dengan pertanyaan “Apakah dia orang yang tepat untuk mendampingku selamanya?” Hmm.. yakinlah bahwa jawaban Tuhan itu akan datang di waktu yang tepat. Just believe it. Kemudian saya jadi mikir deh, loh yang kemarin itu sebenernya SGT melamar Mama atau saya sih? OMG, this is so funny! 😂😂 Saya iri deh sama cewek-cewek yang dipropose pacarnya dengan romantis saat dinner, atau diajak pelesir lalu dilamar dikasih cincin, aduh kok ini saya gak ditanyain sih malah dia tanya Mama saya.

Yang penting hasil akhirnya ya, kami dapat restu dari Mama. Waktu ngabarin ini ke ibunya SGT, beliau nangis haru. Selain kami, ada ibu yang juga mendoakan kami setiap hari setiap waktu. Puji Tuhan, saya merasa beruntung memiliki ibu mertua yang sangat menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Keluarga besar SGT juga senang dengan hubungan kami, rasanya bahagia sekali mendapat dukungan dan restu dari semua keluarga. So, ini artinya waktu persiapan untuk kami tunangan. Yeay! 🎉🎉🎉

Ok, saya lanjut cerita aja ya tentang persiapan Engagement. Ciee ciieee.. Terus terang aja ya kami ini gak ada pengalaman apa-apa tentang gimana itu tunangan hahaa.. Semua baru pertama kami alami. Mulai dari mana juga bingung hahahaa.. Yang jelas pertama kali tuh ya nentuin tanggal. Ini nih yang lucu, begitu nanya tanggal semuanya kompakan bilang “Kalian aja yang nentuin, semua hari baik kok.” Dihh bayangan saya tuh bakalan dihitung-hitung gitu sesuai weton lah, shio lah atau apa gitu karena keluarga SGT kan asli Ngayogyakarta tuh. Eh ternyata enggak, karena semua hari diciptakan Tuhan baik adanya. So, pertimbangan kami cari hari libur aja supaya semua keluarga bisa dateng. Dapatlah hari Minggu tanggal 8 Mei 2016. Fyi, setiap tanggal 8 kami memperingati hari jadi kami loh hehee.. 😁 Sebelumnya kan ada omongan kalo SGT dan keluarganya mau datang dulu untuk nembung. Tapi dipikir lagi udah sekalian aja langsung pas tunangan itu aja. Kasian ibunya SGT kalau harus bolak balik Jogja Surabaya. Dan artinya kami ada waktu dari Februari-April untuk mempersiapkan semuanya.

Seperti yang udah pernah saya ceritain bahwa saya tuh STM banget makanya untuk urusan sepenting ini saya butuh planner. Walaupun cuma buku acak-acakan gak masalah. Buku coret-coret ini penting buat nulis ide karena biasanya ide tuh tau-tau aja muncul saat saya lagi poop, lagi nyetir motor, lagi nonton tv, jadi musti cepet dicatat sebelum hilang. Ini juga berdasarkan pengalaman bantuin nikahan Yunita kemarin. Apalagi saya tidak menggunakan jasa Wedding Organizer manapun, semua dikerjakan sendiri dan dengan bantuan sahabat juga. So, semua harus diarrange sebaik mungkin. Continue reading “Engagement The Series”