Pengalaman Berobat di Erha #2

Hola!

Masih ingat pengalaman pertama saya berobat di Erha gak? Iya inget, yang latepost sampe tahunan itu kan 🤣🤣🤣 Ada yang tanya ini sebenernya kapan sih kejadian yang sebenernya. Ya jadi begini loh, 3 Agustus 2016 pertama kali konsultasi ke Erha. Tapi postingnya setahun setelahnya karena kesibukan mempersiapkan pernikahan, makanya latepostnya sampai tahunan 😁😁 Maapin ya para pembaca…

Kisah perjuangan basmi jerawat bisa baca dulu di sini. Nah waktu konsultasi pertama itu saya diberi tahu harus balik ke Erha bulan depan. Perkiraan krim akan habis selama 1 bulan, apalagi saya benar-benar rutin cuci muka minimal 3x sehari lalu oles krim juga 3x kan ya.. Demi muka kinclong 2017 hahaaha.. 😂😂 Maka saya diberi copy resep untuk beli resep krim Erha yang sama 1x tanpa perlu konsultasi dokter.

Bulan September 2016 saya beli krim di Erha Apothecary Galaxy Mall.

Konsultasi saya dijadwalkan 2 bulan setelah konsultasi terakhir, yang berarti harusnya November 2016. Tapi karena krim saya baru habis 2 bulan kemudian ya saya baru ke Erha bulan Desember 2017. Bukan pelit pakai krim sih, tapi krim terakhir ini kalau kebanyakan pakai itu wajah saya malah kayak sticky-tacky-oily gitu loh, mana enggak boleh pakai BB cream sama sekali kan ya.

Akhirnya setelah 3 bulan ketemu lagi sama dr. Rahimah dan beliau bilang udah jauh banget perubahannya. Saya juga ngerasa gitu sih, jerawat udah kering dan gak bendol-bendol gitu, kayak cuma sisa bekasnya aja. Cuma ya karena obatnya emang mengeringkan kulit berminyak makanya muka saya tuh berasa kering banget, ketarik gitu rasanya. Nah dr. Rahimah ini belum menyarankan saya untuk melakukan tindakan apa-apa selain hanya oles krim saja. Katanya karena masih termasuk radang kalau dikasi tindakan nanti bisa malah parah dan gak sembuh-sembuh. Continue reading “Pengalaman Berobat di Erha #2”

Advertisements

My Engagement : Hampers & Souvenirs

Pertunangan termasuk salah satu momen penting dalam hidup, makanya saya tuh pengen acara yang se-perfect mungkin. Hahaha ya emang anaknya cerewet sih ya 🤣 Saya juga pengen ada sentuhan personal karena kan ini acara tunangan saya. Nah yang bisa dicustom sesuai selera ya salah satunya hampers. Apaan tuh hampers, taunya sih pampers 😐😑 Hampers itu nama lainnya bingkisan, lebih dikenal dengan istilah parcel. Hampers diberikan saat momen spesial misalnya saat birthday, engagement, wedding, akikah, dll. Kenapa harus cari hampers sih? Ya karena ini ada hubungannya dengan seserahan yang ada di dalam acara pertunangan kami. Nantinya seserahan itu ada yang dibagikan ke keluarga dan tamu undangan. Kami ingin sesuatu yang berkesan di hari pertunangan kami 🤗

Biasanya seserahan itu meliputi segala sesuatu yang dipakai dari ujung rambut sampai ujung kaki oleh mempelai wanita yang diberikan mempelai pria. Intinya tuh sebagai simbol suami bakalan mencukupkan semua kebutuhan istri. FYI, di keluarga Sigit yang Jogja asli nih, seserahan biasanya diberikan saat Malam Midodareni. Makanya untuk acara pertunangan kami ini, seserahannya hanya berupa makanan. Intinya sih lebih ke temu keluarga besar dan mengikat pasangan dengan tukar cincin 💍

Perburuan vendor hampers dan dekorasi seserahan pun dimulai. Buanyaaaakkk banget ternyata pilihannya. Saya nih makasih banget sama platform pernikahan Indonesia yang banyak banget kasih pilihan. Ada Bridestory, Weddingku, dan masih banyak lainnya lagi kalau di Googling. Belum lagi kalau carinya di Instagram, duh makin banyak pilihannya 😍 Tapi ya gitu seringnya cocok sesuai keinginan eh harganya mahal atau harganya sih oke tapi kok lihat hasilnya biasa banget bahkan di bawah standard sih. Menjelang emak emak makin rempong sis! 🤣

Someday lagi browse Bridestory dan iseng-iseng aja tanya pricelist ke The Great Art Factory (TGAF). Sebenernya saya tuh gak yakin kalau ini vendor hampers soalnya TGAF banyakan ngerjain handcraft, scrapbook dan hasta karya lain. Tapi dari sekian vendor pokoknya TGAF ini yang paling “masuk” sama kami. Kami simpan dulu dalam moodboard daftar vendor favorit. Karena awalnya tuh kami mau nyiapin semuanya sendiri. Harap maklum sama si perfeksionis 😓 Segala seserahan, hampers, dekorasi dll mau dikerjain sendiri. Hingga pada suatu hari.. Shinstya stress seperti hilang kendali 😖 dan Sigit juga stress karena dimarahin Shinstya terus-terusan, maka diputuskanlah memakai jasa vendor saja. Sigit keingetan TGAF dan langsung hubungin Ce Devina.

Bagus kan? Foto ini yang bikin saya kepincut, simple tapi bagus banget 😍 First impression langsung suka sama TGAF. Ce Devina cooperative banget dan paham sama keinginan saya. Malah mereka juga yang cari isian seserahan loh 😆😆😆 Terus paling suka sama design hampersnya. Saya cuma kirim foto-foto hampers yang jadi inspirasi dan boleh revisi beberapa kali sih, tapi kayaknya cuma 2x aja cukup wong hasilnya juga udah oke kok 👍🏻

TGAF yang mendesainkan hampers saya, jadinya seperti ini.. Continue reading “My Engagement : Hampers & Souvenirs”

My Engagement : Dress & Attire

Setelah mengalami perjuangan pencarian kain yang berakhir tragis karena kain yang dibeli diambil Mama, akhirnya saya putusin beli dress jadi aja. Mana waktunya hanya kurang 1 bulan lagi. Tujuan pertama pastilah ke Pasar Atoom. Di sana semua baju ada, mulai dari daster tidur sampai gaun paling mewah untuk ke pesta juga ada. Tinggal pilih model dan harganya aja.

Saya, Mama dan Sigit pagi-pagi ke Pasar Atoom. Memang sebaiknya datang pagi, pas bukanya Atoom sekitar jam 10an supaya waktu memilihnya bisa lebih panjang. Saya sih rekomen belanja di Atoom baru aja, Atoom Mall. Selain dingin karena full AC, pilihan dress lebih bagus-bagus di sana. Unfortunately, hasilnya nihil. Tidak ada satupun gaun yang cocok untuk saya. Kalau enggak kekecilan ya enggak cocok aja gitu di badan saya. Oiya kebanyakan toko di sana bisa permak ukuran. Misal baju yang kamu suka tuh kegedean atau kesempitan, bisa mereka permak pas dengan ukuranmu, tanpa tambahan biaya loh. Pengerjaan sekitar 1-2 minggu. Good deal kann! 😎

Mulai stress karena enggak dapat apa-apa di Atoom. Lalu hunting berlanjut ke Sogo, Matahari, Centro dan toko-toko lain di Mall pun belum dapat yang cocok. Coba tanya-tanya di toko online, kebanyakan size saya tuh enggak ready. Kalau ikutan PO sekitar 2 minggu paling cepat. Mau beli kain lagi udah gak sempat, dan itu butuh waktu untuk jahitnya. Makin khawatir karena mendekati hari H. 🙁🙁🙁

Hingga akhirnya pas lagi hunting dress sama Mita di Galaxy Mall, nyoba masuk ke salah satu butik. Never go there before. Julie Boutique.

Continue reading “My Engagement : Dress & Attire”