Super long hiatus!

Lama tak muncul ke permukaan karena tenggelam *apaan sih!?* Nah gini nih pasca operasi benjolan di tangan 2 bulan lalu dan masih dalam masa pemulihan, tanganku belum secekatan dulu kalau ngetik, ah padahal alesan aja nih aslinya males hehehe..

Kira-kira ada deh setengah tahun tangan kananku sengkring-sengkring, apa ya bahasa Indonya, nyeri gitu lah nyut-nyutan. Tapi ya cuek aja kirain capek nyetir motor karena tiap hari berangkat dan pulang kerja kena macet di jalan. Sampai sekitar Agustus 2016 semakin parah nyerinya, dari pergelangan tangan sampai ke bahu kanan. Selain nyeri waktu nyetir motor, waktu kerja pegang mouse juga kerasa capek banget. Padahal kita kan karyawan hamba monitor. And then I realized there’s something wrong with my hand! Ada benjolan keras. Benjolan ini sangat mengganggu aktivitasku karena pergelangan tangan gak bisa ditekuk. Puncaknya waktu Yoga di Alana, hampir semua pose Yoga kan pakai tangan dan waktu ditekuk rasanya sakit bangeeeetttt. Downdog engga kuat. Parah. Setelah itu aku cerita sama Mamah, dia kira ini pergelangan tanganku geser. Nah tiap sore dipijitlah sama Mama. Dikira ini tulang karena emang benjolannya tuh keras kayak tulang geser, jadi bukan benjolan lunak-lunak gitu. Dipikir-pikir kalau emang tulang geser harusnya tanganku bengkak dong kayak orang patah tulang gitu. Terus aku tanyain ke Dr. Raymond, dokter klinik kantor. Dia lihat kondisi benjolan di tanganku, terus coba puter-puterin pergelangan tangan. Terus dia jelasin ini namanya Ganglion shinn. Leh uga namanya yess hahhaa.. Ternyata pengertian Ganglion gak selucu namanya. FYI, di bawah ini aku share penjelasan apa itu Ganglion, soalnya aku juga udah lupa si dokter bilang apa aja hahahaa.. Untungnya kan udah ada Google yaaa.

A ganglion is a small swelling that contains a thick jelly-like material. It looks and feels like a smooth lump under the skin. It is not fully understood how it occurs. In some cases they occur after an injury but in most there is no obvious cause. (Source : http://patient.info/health/ganglion-leaflet)

Ganglion adalah sejenis tumor atau tonjolan berjenis kista pada permukaan sendi atau tendon yang bersifat jinak.  Kista ganglion ini berisi material seperti agar-agar yang lengket dan transparan. Kepadatan dari ganglion bervariasi dari lunak seperti sponge sampai dengan keras seperti bola karet. Kista ganglion ini bisa berbentuk tunggal atau merupakan kumpulan dari kista-kista kecil yang bersatu pada akarnya.

Fakta Tentang Ganglion

  • 50% dari tumor jaringan lunak di tangan dan lengan merupakan kista ganglion.
  • Lebih sering terjadi pada wanita.
  • 70% kasus terjadi pada orang usia 20-40 tahun, dan jarang pada anak di bawah 10 tahun.
  • Lokasi tumbuh ganglion paling sering pada punggung tangan (60-70%), kemudian pada pergelangan tangan dan telapak tangan.  Yang jarang terjadi pada jari, lutut, pergelangan kaki, dan kaki.

Picture

Penanganan Ganglion

  1. Dilakukan Sendiri
    Walau pun tidak dapat dipastikan, 38-58% dari ganglion dapat hilang tanpa diberikan tindakan sama sekali. Tapi ada kecenderungan yang hilang tersebut akan timbul kembali. Harus ditekankan di sini bahwa tidak ada yang dapat dilakukan oleh penderita bila tumbuh ganglion. Pemijatan amat sangat dilarang, karena bila kista ganglion pecah, akan mengakibatkan masalah yang lebih besar. Memang dengan dipijat, ganglion dapat hilang, tapi hampir bisa dipastikan akan menonjol kembali.
  2. Dilakukan Dokter
    Dokter dapat menyedot isi dari ganglion menggunakan jarum suntik.  Ini dapat dilakukan bila konsistensi ganglion tidak terlalu padat. Setelah disedot akan dimasukkan steroid untuk mencegah inflamasi, dan kemudian sendi akan difiksasi tidak boleh digerakkan untuk 5-7 hari.  74% kasus yang dilakukan metoda ini berhasil tanpa ada kejadian tumbuh lagi, sementara 26%-nya terjadi ganglion baru.  Bila tumbuh lagi, dapat dilakukan metoda yang kembali.
    Metoda yang lebih sering dilakukan adalah operasi.  Metoda ini dipilih terutama untuk ganglion yang menyebabkan nyeri, menyebabkan kebas, dan atau mengganggu pergerakan sendi.  Dengan metoda operasi seluruh bagian dari ganglion termasuk kapsul (bungkusnya) dapat diangkat juga. Ada 2 metoda operasinya:
    Arthroscopy. Operasi dengan metoda minimal invasive dengan sayatan kecil dan menggunakan kamera mini.
    Operasi klasik.  Operas dengan metoda klasik, dengan bius lokal, menggunakan sayatan yang lebih besar.
    Setelah operasi, sendi difiksasi dan tidak boleh digerakkan sampai 10 hari.  Dengan metoda operasi, kemungkinan ganglion untuk tumbuh lagi lebih kecil dari pada metoda penyedotan.

Bacaan lengkap bisa dibuka di sini, Dr. Indra K. Muhtadi udah jelasin sejelas-jelasnya. Dan intinya kalau mau sembuh total ya si Ganglion ini harus segera dibuang, bisa lewat operasi pengangkatan Ganglion atau disedot cairan yang ada di dalamnya.

wp-1478675931729.jpeg

Itu foto tanganku, kelihatannya sih kecil benjolannya tapi nyerinya parah. Nah habis baca-baca tentang Ganglion, aku kok merasa ngeri soalnya selama ini selalu dipijat sama Mama, mana itu penjelasannya ditulis “kista ganglion ini bisa berbentuk tunggal atau merupakan kumpulan dari kista-kista kecil yang bersatu pada akarnya.” Kista lohh.. Bikin panik, walaupun ya banyak banget orang yang pernah dan masih menderita Ganglion tapi fine-fine aja. Kalau enggak ganggu aktivitas ya kemungkinan sih enggak aku apa-apain, tapi ini udah makin parah nyerinya, yang berarti dia udah menekan syarafku. Kalau memutuskan disedot kemungkinan cairan itu akan balik lagi dan benjol lagi karena kan kantongnya enggak diangkat. Sedangkan kalau dioperasi ya diangkat semuanya, sekantong-kantongnya sehingga harapannya enggak numbuh benjolan lagi. Browsing harga operasi kecil enggak nemu. Tanya-tanya deh jadinya, kata temen-temen walaupun operasi kecil ternyata biayanya enggak kecil, jutaan. Omaigat. Nah terus keingetan aku nih punya BPJS Kesehatan. Dan setelah aku tanya Dr. Raymond, dia bilang bisa kok pakai BPJS coba langsung aja ke Klinik Pratama atau Faskes Tingkat I.

Kebetulan SGT masih di Surabaya jadi minta tolong anterin ke Klinik BPJS dekat rumah. Klinik tertulis buka jam 08.00 tapi pas ke sana jam 09.00an eh dokternya belum dateng. Kasian pasien anak-anak nunggunya kelamaan. Nah waktu administrasi kan aku baru pertama kali nih ke BPJS, si bapak kasir kayak kaget gitu.
“Ini ikutan Mandiri?”
“Bukan Pak, ini BPJS Perusahaan.”
“Loh ada ya selain Mandiri? Perusahaan mana?”
“Lohhhhh ada Pak, gajiku dipotong tiap bulan bayar ini. Saya kerja di Wings, Pak.”
“Ohh ya ya, tunggu dipanggil ya.”

Mungkin pertanyaannya biasa tapi tatapan mukanya enggak biasa. Kayak heran-heran gimana gitu. Apa baru ini lihat pasien yang pakai BPJS Perusahaan, apa selama ini semua pasiennya BPJS APBD/APBN dianggap gratisan dari pemerintah. ZEBEL. Kira-kira jam 10.00an si dokter dateng. Nah waktu antri dokter kan pintunya kebuka jadi bisa lihat dan dengar pasien lain ngobrol apa aja. Kaget banget masa tiap orang diperiksanya bentar banget, gak ada 5 menit. Dan parahnya si dokter enggak megang pasien, stetoskop aja enggak. Kejam lagi waktu ada pasien anak kecil, dia tuh kakak adik kayaknya kena alergi gitu matanya bengkak. Lah ayahnya malah diomelin sama dokternya, “Iki anakmu bok ke’i mangan opo kok dadi ngene, yaopo kon bapake iki. Wes kono njaluk obat nang mburi.” (Translate : Ini anakmu kamu kasih makan apa kok jadi begini, gimana sih bapaknya, sudah sana minta obat di belakang.) Gitu doang, anaknya gak dipegang gak diapain cek demam apa enggak apa gimana matanya. Sepandai-pandainya atau sehafal-hafalnya si dokter karena uda terlalu sering menangani kasus yang sama seharusnya kan enggak gitu juga dong perlakuannya. Apalagi ini kepada pasien anak-anak loh. Kalau si anak punya cita-cita jadi dokter bisa langsung ilfeel tuh. Trauma ke dokter lagi. Mana dia gak bisa ngomong pakai bahasa Indo. Parah.

Giliranku yang diperiksa.
“Ini BPJS Mandiri?”
“Bukan, perusahaan.”
“Oo Wings ya, ini kan ada kliniknya sendiri ya, yang punya kan dokter *****”
“Iya bener, kok tau?”
“Aku biyen tau kerjo nang kono mbak. Ono opo Mbak?”
Dalam hati uda mau nyolot aja, mbak mbak, kapan aku kawin sama masmu!
“Ini dok, tangan saya nyeri mulai dari pergelangan sama ke bahu. Kayaknya ini ada benjolan tapi enggak tau apaan.”
“Owalah, ini seh bukan benjolan ini lemak.”
What lemak!!! Perut saya nih lemak, masa iya lemak keras gini. Totally different sama yang dijelasin Dr. Raymond juga yang ku baca di internet.
“Nek pengen sembuh ya satu-satunya dioperasi. Kalau mau operasi hari ini juga bisa, kamu langsung ke Bhakti Rahayu aja.”
“Loh bisa langsung dioperasi saat ini juga?”
“Iyalah bisa. Tempatnya di Ketintang.”
“Jauh banget dok, kalau yang deket sini kayak di RS Royal atau RSI bisa gak?”
“Wah mboh yo nek laine, soale nek di Bhakti Rahayu iku mesti gratis, nek RS lain isok mbayar bek’e.”
“Mahal ta dok nek mbayar dewe?” Akhirnya aku juga ikut ngomong jowoan sama dokter songong ini.
“Yo gak eruh Mbak. Yaopo iki kape tak tulis rujukane kudu pasti kape operasi nang endi.”
“Kalo aku tanya Royal dulu gimana?”
“Yo monggo tanya dulu nanti kembali ke sini lagi.”

Hoalah diagnosis gak jelas, maksa ke Bhakti Rahayu, ini dokter bener dokter apa bukan sih. Akhirnya kami ke RS Royal yang paling dekat rumah. Tanya di bagian BPJS Center. Kaget kirain ini security wanita kok garang banget pake baju hitam-hitam. Mana mukanya judeeeeessss bangeeeetttt tapi pas ditanya jawabnya kalem, “Iya bisa operasi bedah kecil di sini untuk pasien BPJS, tapi nomor antrian diambil mulai jam 8 pagi ya.”
Jadi aku putuskan untuk kembali ke Royal lusa pagi aja, sekarang balik ke klinik minta rujukan.

Besoknya aku tunjukin tuh ke Dr. Ray surat rujukannya dan cerita masa dia bilang ini lemak. Dr. Ray ketawa ngakak, “Ya kali pas dia bilang lemak lihat perut kamu kali shiinn!” Grrr. Auk ah uda keburu bete sama dokternya. Aku juga bilang katanya dia tuh kerja di klinik kantor kita dan si Dr. Ray gak kenal namanya. Abal-abal kali.
“Kamu gak bilang kalau ini Ganglion bukan lemak biasa. Siapa sih nama dokternya ditulisnya gak jelas gini, biar aku datengin kasih kuliah singkat sama dia tentang Ganglion. Nah ini sama dia ditulis Bedum RS Royal loh harusnya kan Bedah Orthopedi shin. Soalnya Ganglion kamu kan di antara tulang pergelangan tangan makanya nyeri karena dekat syaraf.”
Jengg jenggg..
“Bedum apaan?”
“Bedah Umum shinn..”
“Nah terus gimana dongggggg..”
“Yauda gimana lagi kan gak bisa diganti, gapapa coba aja. Semoga sukses!”
Terus aku cerita juga masa pelayanannya kayak gitu sih. Kata Dr. Ray ya emang gitu kebanyakan dokter BPJS, padahal penting banget bagi dokter untuk melayani dengan sebaik mungkin. Terus setidaknya saat konsultasi itu bener-bener ditanya detil supaya diagnosis gak salah. Malah katanya dokter tuh harus tetep dengerin pasiennya cerita keluhannya sampai selesai. Nah ini kebalikannya. Amsyong dahh.

wp-1478675931728.jpeg

Besoknya ke RS Royal pagi-pagi dengan harapan segera diperiksa dioperasi beres kan. Nah mau coba klik Bedah Orthopedi waktu daftar enggak bisa kan udah dirujuk Bedah Umum. KZL. Administrasinya RS Royal cepet sih, tinggal isi form data diri terus nunggu dipanggil aja. Nah bayangin yaaa.. Aku uda dateng jam 8, palingan 8.30 uda beres administrasi tapi sampai jam 1 siang dokternya gak dateng-dateng. Dari pasien antri rame banget sampai cuman sisa 3 orang aja termasuk aku. Katanya si dokter lagi ada operasi. Akhirnya sekitar jam 2 siang dia dateng. Dokternya udah tua ubanan semua tapi mukanya jutek banget. Pasien pertama ibu-ibu cepet banget periksanya. Udah khawatir jangan-jangan mirip dokter klinik tar periksanya. Pasien kedua masih balita, ditemenin ayah ibunya, lebih bentar lagi karena langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, di Royal gak ada fasilitasnya. Tibalah aku pasien bedum terakhir diperiksa sama Dr. Jan FT.
“Kenapa?”
“Ini dok, nyeri dari pergelangan sampai bahu, kayaknya karena benjolan ini.”
Selama ngomong tuh sibuk nulis-nulis, lihat bentar doang di tanganku, nah kok dapet layanan yang begini juga sih.
“Siapa sih yang nelpon-nelpon aku katanya banyak pasien. Aku kan uda bilang operasi kok ditelpon aja. Orang pasien cumak 3 aja heboh.” Malah ngomelin Suster, akunya dikacangin.
“Kalau mau sembuh ya dioperasi. Gimana mau gak?”
“Gak ada cara lain? Ini apaan sih benernya dok?”
“Ya iya operasi aja. Kalau enggak ya gitu terus aja. Halah biasa benjolan kecil kok, tumor jinak gitu.”
Gila boneng, ngomong tumor sante banget, mukaku uda bete aja nih sama dokter.
“Yauda deh dioperasi pokoknya sembuh, dok.”
“Kamu siapin operasinya hari Senin jam 11. (ngomong sama Suster) Jadi kamu nanti datang sini hari Minggu ya. Kamu uda punya pacar belom?”
“Udah!”
“Tinggal dimana dia?”
“Bali.”
“Loh jauh ya.”
“Kenapa sih, dok?”
“Gpp tanya aja, siapa tau belum punya pacar. Ya pokoknya kamu masuk sini Minggu, tanya suster sana nanti disiapin apa aja.”
“Dok, minta surat ijin dong kan aku seharian nunggu di sini, jadi gak masuk kerja.”
“Iya minta susternya sana, kamu mau ijin sehari, seminggu, apa sebulan tulis sendiri aja.”
Yasallam…

Setelah urus administrasi persiapan operasi, aku tanya ke Suster.
“Ini free gak sih kalau pakai BPJS?”
“Belum bisa dipastikan, kalau nanti ada tambahan biaya yang dibebankan pasti dikasi tau ke pasiennya kok.”
Nah itu yang bikin deg-deg, nambah berapa kalau emang nambah. Semoga sih free ya. Postingan tentang operasi Ganglion aku pisah biar gak kepanjangan hehe.. Semoga gak kentang juga nih upload postingannya hahahahaa

Xoxo,
@siinzz

Advertisements

5 thoughts on “Ganglion Part 1

  1. Hai..salam kenal..
    Saya juga sempat ngalamin ganglion. Lebih gede dr punyamu malah. Ga rasa sakit apapun,tetiba liat udah gede aja kira2 sebesar setengah bola golf. Tp msi lembek kyk jeli, seiring waktu jd keras ky batu. Syukur punya bude riwayatnya sama. Dy sharing, dy oprasi ttp muncul lg, sedot jg sama. Akhirnya pke metode uang koin ditekan k ganglion n diplester. Jd udh ky balut patah tulang. Prosesnya lama n butuh xtra sabar. But it works, ga muncul lagi.
    Sy ga sekuat itu sabarnya. Milih sedot sampe 2x tp muncul lagi. Oprasi mah sy udah ogah duluan. Walhasil taunan sy bw2 tu ganglion. Ganggu n rada sakit tp gak ganggu keseharian sy. Berharap ilang scr alami. Dan itu kejadian! Sadar udh ilang total saat hamil. Sempat muncul sedikit, tp seminggu kemudian lenyap lagi. Kini udh taunan ga balik2 muncul lagi sukur bgt. Normal jg ga da sakit2 lagi.
    Maaf ya sharenya kepanjangan.
    https://pidiybello.wordpress.com

    Like

    1. Halooooo mba Pidiy Bello 😀
      Alhamdulillah ya akhirnya bisa hilang tanpa operasi. Semoga gak muncul lagi. Punyaku ini gak pake fase lembek2 mba, langsung keras menonjol gitu. Makanya dikira keseleo tulang. Tapi kalo ditekan gitu takut resiko bocor merembes sih, makanya mending operasi dibuang sekalian kantongnya. Ah yg penting ganglion mba Pidiy udah hilang & gak ada efek apa2 aja gpp hehehee.. Thank you banget sharingnya ya mba! :* :*

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s