Butuh tekad yang kuat untuk menulis postingan perjalanan liburan ini. Padahal sudah satu bulan yang lalu. Hahahaa..

Wednesday, 15th July 2015.
2nd day in Bali 🙂

Happy-go-lucky!
Berangkat ke Bali tanpa itinerary, tanpa planning mau jalan-jalan kemana aja. Yang penting liburan. 🙆 🚗 Hari ini kami memulai tur hari pertama dengan perjalanan ke Uluwatu. Ya anggap saja kami berangkat hanya modal nekat dan Google map. Perjalanan dari Denpasar ke Uluwatu ternyata jauh banget ya. Aku kira Bali itu bakalan deket-deket aja jaraknya ternyata enggak ya, ternyata Bali ini pulau menn.. Bukan kayak kota Surabaya. Hahahaha aku lupa. Selama perjalanan kami menemui banyak umat Hindu yang baru selesai sembahyang di Pura. Hari ini bertepatan dengan hari raya Galungan. Salah satu hari raya yang besar banget buat umat Hindu. Ini keren banget buat aku yang gak pernah tau tentang peringatan agama Hindu asli Bali. 😁😁

Tuan Gurita 🐙 mau ngajak ke GWK. Iya Garuda Wisnu Kencana yang terkenal itu loh. Ternyata dia sendiri walaupun udah tinggal 1 tahun di Bali tapi belum pernah ke GWK. Hahahaha.. Dilihat dari GPS Google map sih perlu waktu sekitar 1 jam perjalanan. Tapi kenyataannya lebih dari itu deh. Saking percayanya sama Map eh kami tiba-tiba memasuki kawasan perumahan, persawahan, sampe dilihatin sama orang-orang daerah situ. Ya tapi emang akhirnya sih ketemu sama GWK. Tapi ternyata kami dilewatin bagian belakang gitu deh hahahaha.. Jadi bukan lewat jalur utama ke GWK. Sampai parkir pun masih ketawa gara-gara Maps ini.

Okey I’m ready! ✋

image

Tiket masuk Rp. 60.000,- per orang. Karena sampai di sana udah jam 1 siang dan ada peringatan Hari Raya Galungan, maka acara di Amphitheater dimundurkan jadi jam 2. Di gedung pertunjukan ini akan ditampilkan beberapa show, tapi kita yang datang siang ini akan disuguhi Balinese Dance. Sebagai pembuka ada Tarian Sekar Jagad, dilanjutkan Tarian Cenderawasih, Komedi dan diakhiri peperangan Barong & Rangde. Kira-kira lama pertunjukan sekitar setengah jam. Aku suka banget sama musik gamelan Bali, tariannya juga keren, kostumnya bagus dan paling suka sama hasil makeup mereka 👍👍 Eh tapi paling suka ketemu Barong sih, gemeeeesssshhhh gitu pengen cuwil-cuwil hihihiii..

image

image

image

Selesai pertunjukan, para pengunjung dipersilahkan berfoto bersama para performer.

image

Ok, kita lanjutkan perjalanan di GWK ini. Berikutnya kita akan memasuki Lotus Pond. Lotus Pond adalah area outdoor terbesar di GWK. Di sini juga selain digunakan untuk acara-acara besar, juga ada arena bermain outdoor seperti keliling dengan atv, dsb.

Lotus Pond berawal dari teratai. Lotus atau teratai adalah lambang kecantikan, kemakmuran dan kesuburan. Dewa Wisnu juga selalu membawa bunga teratai di tangannya dan hampir semua dewa agama Hindu duduk di teratai atau membawa bunga. Lotus tumbuh di air, memiliki akar dalam ilus atau lumpur dan sebaran bunganya terbuka ke udara. Melambangkan kehidupan manusia maupun alam semesta. Akar Lotus yang meresap dalam lumpur mewakili kehidupan jasmani, tangkai yang terbenam di air melambangkan keberadaan dunia perbintangan dan bunga terapung di air dan terbuka di langit melambangkan kehidupan rohani.

image

Dan, akhirnya kami bertemu dengan si Garuda. Ternyata dia imut banget loh! 😁 Ya inilah Plaza Garuda yang akan mengantarkan kita bertemu Dewa Wisnu.

image

Setelah kita menaiki entah berapa anak tangga, barulah kita bertemu dengan Dewa Wisnu. Seingatku dari sewaktu aku masih kecil sampai sekarang selalu dibilang bahwa pembuatan patung-patung ini belum selesai. Dulu sih percaya aja, emang kirain belum selesai bagian tangannya. Tapi kok sampai sekarang masih belum selesai juga. Konon kisahnya memang begitu, memang belum selesai, suatu saat yang entah kapan waktunya, mereka akan selesai dan bersatu. Wow. Believe it or not.

image

Plaza Wisnu adalah tanah tertinggi di daerah GWK dan ini merupakan bagian paling penting dari patung Garuda Wisnu Kencana. Karena lokasinya yang tinggi, kita dapat melihat panorama Bali dari atas. Patung Wisnu, sebagai titik pusat dari Wisnu Plaza, dikelilingi oleh air mancur dan air sumur di dekatnya suci yang katanya tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau.

Di area yang sama ada Pura Parahyangan Somaka Giri. Sayangnya saat itu sedang ditutup. Parahyangan Somaka Giri ditempatkan di sebelah patung Wisnu. Ini tempat air berada, yang secara historis telah dipercaya oleh rakyat di daerah tersebut sebagai berkat dengan kekuatan magis yang kuat untuk menyembuhkan penyakitnya dan meminta para dewa hujan selama musim kemarau. Karena lokasinya di tanah tinggi (di atas bukit), fenomena alam ini dianggap orang suci dan lokal diyakini itu menjadi air suci.

image

Berikutnya memasuki Plaza Kura-kura. Untungnya di setiap area ada penjelasannya jadi gak perlu guide untuk menjelaskan hehe.. Suasananya.. Hmm.. Gimana ya.. Romantis sih menurutku. Soalnya sampai ada bapak ibu yang duduk mesra bercandaan gitu di atas kolam di Plaza Kura-Kura hehehe.. Figur kura-kura dalam mitologi Bali dikenal sebagai tumpuan bumi yang menjaga goncangan. Seringkali patung kura-kura ditanam di bawah pondasi bangunan pada saat peletakan batu pertama karena dipercaya dapat menjaga kekuatan bangunan dari berbagai bencana alam. Keren ya kura-kura! 🐢🐢🐢

Nah beginilah cerita tentang Garuda Wisnu Kencana itu sendiri.

image

image

image

image

Bhagawan Kacapya (Ayah Garuda) mempunyai 2 orang istri, Kadru & Winata. Kemudian mereka bertaruh, lalu karena Kadru menyadari akan kalah maka ia menghalalkan segala cara untuk membuat Winata kalah. Hingga akhirnya benar Ibu Garuda yang kalah. Demi menolong ibunya, Garuda harus mencari Tirta Amerta yang disimpan Dewa Wisnu di Swargaloka. Untuk mendapatkannya ada syaratnya, Garuda harus menjadi tunggangan Dewa Wisnu. Garuda jelas sangat hormat dan menyayangi ibunya sehingga mau berkorban seperti itu ya.. Jadi, Garuda Wisnu Kencana berarti Garuda sebagai tunggangannya Dewa Wisnu.

Sebenarnya masih ada 2 lokasi lagi, Tirta Agung dan Indraloka Garden. Di Tirta Agung ternyata ada patung tangan Dewa Wisnu yang juga belum selesai pembuatannya. Sedangkan Indraloka Garden ini disebutkan sebagai tempat terfavorit di GWK. Taman ini dinamakan Indraloka setelah Dewa Indra melihat panorama yang indah. Indraloka dalam filsafat Hindu sering disebut Swargaloka, merupakan tempat tinggal orang yang berbuat kebaikan selama hidupnya sebelum reinkarnasi berikutnya. Indraloka sebagai tempat peralihan sementara untuk jiwa yang melaksanakan kebaikan selama hidup sebelum mencapai Moksha.

Tapi.. kemarin kok aku gak ketemu ya.. mereka ada dimana.. penasaran akhirnya googling, katanya letaknya dekat sama patung GWK tapi kok info di google tahunnya lama banget, apa udah berubah ya.. Entahlah, only God knows hehe.. Kalo kalian mau tau info sama foto lebih detail coba aja googling atau langsung ke GWK deh 😝

image

image

Gak kerasa sudah sampai di ujung perjalanan, di tempat souvenir lalu pintu keluar. Ah, waktu di Bali cepat sekali sih berlalu. Kami juga masih mau melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Ceritanya mumpung dekat dengan pantai, kami jadinya mau lanjut ke sana. Hayo pantai apa yang akan kami datangi? See you on my next post 😙

Xoxo,
💋 siinzz

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s